Hasil Mewarnai Kereta Api

hasil mewarnai kereta api 0adc41d8e

Hasil Mewarnai Kereta Api – 1 Teknik Otomotif Anak Usia Dini di TK Khasanah Pengembangan Kewirausahaan Islam Dahlia Mahasiswa Program Doktor PAUDI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Abstrak Penggunaan media kegiatan yang berulang-ulang dalam kegiatan mewarnai menimbulkan kebosanan dalam kegiatan ini, sehingga diperlukan media baru yang dapat memotivasi anak untuk melakukan kegiatan mewarnai. Hal inilah yang menjadi alasan penulis mengembangkan pertanyaan penelitian khususnya bagaimana kegiatan mewarnai dapat meningkatkan kemampuan motorik anak kelompok A2 TK Islam Khasanah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional, tertulis, dan observasional. Analisis data menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, yaitu data yang diperoleh disesuaikan dengan persentase. Subyeknya adalah kelompok A2 TK Khasanah Islamic entrepreneur sebelum sekolah, dengan nilai anak laki-laki 5. Pemilihan topik penelitian dilakukan di sekolah karena motorik halus anak belum berkembang sehingga anak mengalami kesulitan dalam menulis. Berdasarkan hasil penelitian di atas, penulis menyimpulkan bahwa kegiatan mewarnai dengan menggunakan media pewarna makanan dapat meningkatkan motorik halus anak kelompok TK A2 Khasanah Islamic Enterprise. Peningkatan dapat dilihat sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan warna menggunakan media warna. Dengan menggunakan media pewarna makanan, pemahaman membaca anak meningkat 25%. Kata kunci: motorik halus, operasi warna. A. KESIMPULAN Menurut Permendikbud Nomor 146 Taon 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini Pasal 1 disebutkan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah upaya konstruktif yang dilaksanakan bagi anak sejak lahir sampai usia yang dilakukan dalam memberikan pendidikan untuk membantu tumbuh kembangnya. dan mengembangkan jasmani dan rohani agar anak dapat belajar dan lebih banyak lagi. 1 Karena baik bagi pemerintah dan masyarakat, maka ada layanan pendidikan yang dirancang bagi anak sejak lahir sampai usianya guna memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak. 1 Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Rencana Pendidikan Anak Usia Dini 2013, Pasal 1. 1

Pelayanan pendidikan yang dimaksud harus berupa Taman Kanak-kanak (TK) / Raudhatul Athfal (RA) / Bustanul Athfal (BA), Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis ( SPS). 2 Taman Kanakkanak termasuk salah satu layanan pendidikan untuk anak usia empat sampai satu tahun. Pada usia ini merupakan usia emas, dimana perkembangan anak harus dimaksimalkan dengan mendorong pendidikan yang baik. Jika anak pada usia tersebut mendapat energi yang baik, maka anak tersebut akan dikirim ke jenjang pendidikan. 3 Komponen perkembangan ini meliputi agama dan perilaku, motorik-fisik, intelektual, bahasa, sosial-emosional, dan artistik. 4 Pengembangan keterampilan motorik, motorik halus, motorik kasar dan halus sangat penting dipelajari karena berkaitan langsung dan tidak langsung dengan kehidupan anak sehari-hari. 5 Kemandirian motorik dalam hal gerakan melalui melompat dan berlari, sedangkan motorik terutama berkaitan dengan penggunaan gerakan seperti menulis dan menggambar. 6 Dengan kata lain, motor memiliki gerakan-gerakan tertentu daripada otonomi motorik, karena penggunaan keterampilan dalam gerakan otot dan fungsinya. Penguatan perkembangan keterampilan motorik sangat penting bagi anak, karena pemberian rangsangan seharusnya melatih keterampilan menulis anak untuk mempersiapkan menulis seperti menggungting, menjiplak, menggunting, menggambar, nése, meremas, dan meronce. Penelitian ini akan membahas bagaimana cara mengembangkan keterampilan motorik melalui kegiatan distribusi di TK Khasanah PAUD khususnya kelompok A2 anak usia 4-5 tahun. 2 Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pasal 1. 3 Muhammad Fadlillah, Desain Pembelajaran PAUD: Tinjauan Teoretik & Praktik (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012), 5. 4 Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pasal Muhammad Fadlillah, Desain Pembelanja PAUD …, Syamsu Yusuf LN, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2012), 24. 2

Hasil Mewarnai Kereta Api

Hasil Mewarnai Kereta Api

3 elegan. 9 Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok A2 TK Khasanah Islam B. RUMUSAN MASALAH Bagaimana cara mengungkapkan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik anak usia dini di kelompk A2 TK Khasanah Pengusaha Islam? C. METODOLOGI Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan pelaporan. Observasi adalah suatu cara untuk mendapatkan keterangan atau keterangan tentang sesuatu dengan cara melihat, mendengar, dan menerima segala peristiwa yang terekam dengan cermat dan dilakukan pengamat terhadap objek yang diamati. 7 Observasi dilakukan dengan bantuan keterampilan jari-gemari, keterampilan sulap tangan, dan keterampilan kontak mata anak-anak tempat kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung. Menurut Sukmadinata, dokumentasi adalah pengumpulan informasi teknis melalui pengumpulan dan analisis dokumen dan dokumen tertulis, fotografi, dan elektronik. 8 Dokumentasi dalam penelitian ini seperti Rencana Pelaksana Pembelajaran Harian (RPPH), gambar hasil pekerjaan anak, gambar tempat kegiatan berlangsung. Sedangkan pemberian tugas merupakan salah satu cara untuk memberikan pengalaman belajar yang sesuai untuk perkembangan motorik halus, motorik halus dan wirausaha yang memulai sekolah dengan 5 anak laki-laki. anak tidak berkembang begitu banyak sehingga anak memiliki masalah untuk menulis Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan dokumen. Berikut gambaran singkatnya: Tabel 1. Rangkuman 7 Bambang Sujiono, Metode Pengembangan Fisik (Jakarta: Universitas Terbuka, 2008), Nana S. Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), Moeslichatoen R. Metode. Pengajaran di Taman Kanak-kanak (Bandung: PT Rineka Cipta, 2004),

Pencarian Karya · Talentapedia

4 Variabel Sub Variabel Arahan 1. Keterampilan jirajemari Anak dapat menggunakan garam untuk mewarnai motorik 2. Kelenturan anak dapat membuat halus poonki tangan poonki tangan 3. Koordinasi mata Anak dapat menggambar warna dengan tangan menggunakan rapi Tabel 2. Kisi-kisi Dokumentasi No Komponen Aspek yang didokumentasi Keterangan 1 Pelaksanaan Perencanaan / Rencana Prasaksan Pembelajaran Harian (RPPH) 2 Pelaksanaan Tugas awal, tengah, akhir Deskripsi kompetensi, gambar 3 Penilaian Harian Foto Teknik analisis data menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, data disesuaikan dengan persentase . membentuk. Analisis data menggunakan keterampilan deskriptif digunakan untuk mengetahui pertumbuhan kegiatan pembelajaran melalui kegiatan yang disediakan dan menentukan kualitas objek penelitian, seperti Belum Berkembang (BB), Mula Berkembang (MB), Berkembang Besuasi Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Ketika analisis data menggunakan teknik statistik yang dapat digunakan persentase ini adalah langkah pertama dari tingkat analisis umum. 10 Perhitungan data yang diperoleh berikut ini dilakukan dengan menggunakan rumus: Persentase = Skor jumlah yang diperoleh kelompok x 100% Jumlah kelompok dengan skor tertinggi Hasil melihat data dianalisis dan dicocokkan sesuai dengan kriteria yang diterapkan pada Taman Kanak -kanak menurut kriteria sebagai berikut: 1. Normal 75% – 100% Berkembang Sangat Baik (BSB) 2. Kriteria 50% – 74, 99% Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 10 Suharsimi Arikunto, Kegiatan Penelitian Kelas (Yogyakarta: Aditya Pers, 2010),

Hasil Mewarnai Kereta Api

5 3. Normal 25% – 49, 99% Mulai Berkembang (MB) 4. Normal 0% – 24, 99% Tidak Berkembang (BB). jumlah anak seluruhnya. Jumlah anak dalam kelas ditemukan 5 anak, 75% berhasil dari 5 anak menjadi 3-4 anak. D. KERANGKA TEORITIS 1. Kapasitas motorik halus Menurut Sujiono, motorik adalah semua gerakan yang dapat dicapai oleh seluruh tubuh. 11 Perkembangan motorik berkaitan dengan kemampuan anak. Gerak merupakan faktor penting dalam perkembangan pengetahuan anak. Untuk itu perkembangan motorik anak dapat dilihat melalui gerakan dan permainan. Kemajuan teknologi otomotif terbagi mendai dua yaitu maksaran motorik kasar dan halus. Motorik kasar (motorik kasar), dan semua keterampilan dalam fungsi dan perkembangan tubuhnya. Gerakan-gerakannya sangat sederhana, seperti melompat dan berlari. Sedangkan motorik halus (fine motor skill) adalah keterampilan menggunakan otot dan fungsinya. Motorik halus gerakannya lebih spesifik daripada motorik kasar, seperti menulis, bergerak, dan hilang. 12 Selain itu, otonomi motorik meliputi gerakan otot-otot dalam tubuh seperti otot dan persendian, 13 sedangkan motorik halus meliputi bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, seperti keterampilan menggunakan jari-jemari tangan dan gerak halus. gerakan tangan. 14 Sumantri menyampaikan bahwa penelitian untuk mengembangkan motorik halus anak harus memperhatikan prinsip 11 Bambang Sujiono, Metode Pengembangan Fisik …, Muhammad Fadlillah, Desain Pembelangan PAUD …, Bambang Sujiono, Metode Pengembangan Fisik. .., Ibid., p

Perkembangan motorik yang baik. Prinsip-prinsip tersebut adalah: 15 Fokus pada kebutuhan anak; Belajar sambil bermain; Kreativitas dan inovasi; lingkungan konduktif; Topik yang berkaitan dengan lingkungan anak; Hidup Mengembangka; Gunakan tindakan terkoordinasi; Kegiatan mengacu pada prinsip perkembangan anak, yaitu anak harus belajar dengan baik ketika kebutuhan fisik, keamanan, dan stabilitas mentalnya terpenuhi. Perkembangan motorik untuk anak usia empat hingga satu tahun harus menunjukkan keterampilan motorik halus, terutama koordinasi tangan-mata dalam persiapan menulis. 16 Perkembangan motorik berfungsi untuk mendukung perkembangan bidang lain, seperti bahasa, kecerdasan dan emosi sosial karena salah satu aspek perkembangan yang lain tidak mempengaruhi dan tidak boleh diisolasi. 17 Keterampilan motorik halus anak harus dikembangkan bahkan tanpa stimulasi, tetapi kemajuan yang dicapai anak tidak dapat digunakan atau memenuhi beberapa aturan. Oleh karena itu, diperlukan beberapa kegiatan yang dapat mengembangkan keterampilan motorik anak, seperti mencetak, menjahit, menggunging, melipat, menjiplak, bermain playdough, membangun menara, bercerita, dan mengambara Mewarnai Mewarnai merupakan kegiantan yang menghibur anak. Kreativitas yang perlu dikembangkan dalam kegiatan tersebut adalah memiliki kebebasan untuk memilih dan beradaptasi

Hasil Mewarnai Kereta Api

Mewarnai Gambar Kereta Api

Mewarnai kereta api indonesia, hasil mewarnai, mewarnai kereta api, mewarnai gambar kereta api kartun, mewarnai gambar kereta api, mewarnai kereta, hasil mewarnai rambut tanpa bleaching, hasil mewarnai rambut dengan kunyit, mewarnai api, gambar kereta thomas untuk mewarnai, mewarnai kereta api thomas, mewarnai boboiboy api dan air

Hasil Mewarnai Kereta Api | Albert | 4.5